Kegiatan

Tak Sekadar Membaca, Siswa Kelas VI MINU Walisongo Belajar Menangkap Gagasan Lewat Sinopsis Buku

Kelas VI KH. Hasyim Asy'ari MI NU Walisongo Kunjungi Perpustakaan Madinatul Ilmi untuk kuasai Sinopsis

Oleh

Tak Sekadar Membaca, Siswa Kelas VI MINU Walisongo Belajar Menangkap Gagasan Lewat Sinopsis Buku

BOJONEGORO, — Membaca bukan sekadar menuntaskan halaman demi halaman. Lebih dari itu, membaca menuntut kemampuan memahami gagasan, memilah informasi penting, dan menyampaikan kembali isi bacaan dengan bahasa sendiri. Keterampilan itulah yang diasah siswa kelas VI KH. Hasyim Asy’ari melalui pembelajaran Bahasa Indonesia di Perpustakaan Madinaul Ilmi, Senin (19/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapat tugas mencari, membaca, dan menyusun sinopsis buku fiksi maupun nonfiksi. Pembelajaran yang berlangsung di perpustakaan sekolah itu dibimbing oleh wali kelas, Uzlifatul Jannah, S.Pd., dengan tujuan mengembangkan minat baca sekaligus melatih kemampuan literasi siswa. Para siswa diberi kesempatan memilih buku sesuai minat dan jenis bacaan yang ditentukan. Buku fiksi yang dapat mereka pilih antara lain cerita rakyat, dongeng, dan novel anak. Sementara itu, pilihan buku nonfiksi mencakup buku pengetahuan dan biografi tokoh.

Setelah menentukan buku, siswa membaca dan mencermati isinya untuk menemukan informasi penting. Pada buku fiksi, mereka mengidentifikasi tokoh, alur, serta peristiwa utama dalam cerita. Adapun pada buku nonfiksi, siswa diarahkan untuk menangkap gagasan pokok dan merangkum informasi utama yang disampaikan penulis. Informasi yang telah dihimpun kemudian diolah menjadi sinopsis. Siswa mencatat identitas buku, seperti judul dan nama penulis, sebelum merangkai ringkasan secara singkat, jelas, dan runtut menggunakan bahasa sendiri.

Melalui tugas tersebut, siswa tidak hanya berlatih membaca, tetapi juga belajar membedakan informasi utama dan pendukung. Mereka dituntut memahami bacaan sebelum merangkumnya, sehingga sinopsis yang dihasilkan tidak sekadar menjadi kumpulan kalimat, melainkan cerminan pemahaman terhadap isi buku. Pemanfaatan Perpustakaan Madinaul Ilmi sebagai ruang belajar juga memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. Mereka dapat berinteraksi langsung dengan koleksi bacaan dan memanfaatkan fasilitas sekolah sebagai sumber pengetahuan, tidak terbatas pada buku pelajaran yang digunakan di kelas.

Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini. Selain memperkaya wawasan, keterampilan menyusun sinopsis dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan memahami informasi, menulis secara terstruktur, serta menyampaikan kembali pengetahuan secara mandiri. Pada akhirnya, keberhasilan membaca tidak hanya diukur dari banyaknya halaman yang diselesaikan, tetapi juga dari kemampuan menangkap makna dan mengolahnya menjadi pemahaman baru. Dari Perpustakaan Madinaul Ilmi, siswa kelas VI belajar bahwa sebuah buku bukan hanya untuk dibaca, melainkan juga untuk dipahami. (AA)