Prestasi

Tak Banyak Berharap, Regu Putra SMP NU Model Sumberrejo Justru Gondol Juara II

Regu gerak jalan putra SMP Nahdlatul Ulama Model (SMP NU Model) Sumberrejo membuat kejutan. dengan meraih juara II lomba gerak jalan tingkat kecamatan 2026

Oleh

Tak Banyak Berharap, Regu Putra SMP NU Model Sumberrejo Justru Gondol Juara II

BOJONEGORO – Berangkat tanpa target muluk. Persiapan pun relatif terbatas. Namun, regu gerak jalan putra SMP Nahdlatul Ulama Model (SMP NU Model) Sumberrejo justru membuat kejutan.

Tim bernomor peserta 007 itu berhasil menggondol Juara II Lomba Gerak Jalan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (25/8).

Lomba gerak jalan tersebut digelar panitia tingkat Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Pesertanya berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SMP/MTs, SMA/MA/SMK hingga kategori umum.

Rute perlombaan dimulai dari Desa Tlogohaji dan berakhir di Lapangan Desa Pekuwon. Kegiatan dimulai pukul 13.00 dan baru berakhir menjelang pelaksanaan Salat Magrib.

Sepanjang perjalanan, suasana lomba berlangsung meriah. Hampir 200 peserta dari berbagai regu putra dan putri menunjukkan kekompakan dengan beragam variasi gerakan.

Yel-yel penyemangat juga terus menggema sepanjang rute. Selain menjadi cara peserta menjaga stamina dan semangat untuk menuntaskan perjalanan, atraksi tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat.

Warga dari berbagai desa, bahkan dari kecamatan tetangga, tampak antusias memadati sejumlah titik yang dilalui peserta. Lomba gerak jalan tahunan itu memang menjadi salah satu tontonan yang selalu dinantikan masyarakat.

Bagi SMP NU Model Sumberrejo, keikutsertaan dalam lomba gerak jalan tahun ini bukanlah yang pertama. Namun, sejak awal, para pelatih mengaku tidak memasang target berlebihan.

Bagi mereka, mengikuti lomba bukan semata-mata soal mengejar piala.

Kesempatan tampil di hadapan publik dan pengalaman mengikuti kompetisi justru dianggap lebih penting. Dari proses itulah, karakter, kedisiplinan, kekompakan, serta mental para siswa ditempa.

Pelatih gerak jalan SMP NU Model Sumberrejo, Hidayatun Nikmah, mengatakan sejak awal pihaknya memilih mengikuti lomba dengan prinsip nothing to lose.

Yang kami harapkan adalah anak-anak mendapatkan kesempatan dan pengalaman. Karena dari situlah banyak hal bisa terbentuk dalam pribadi mereka. Kami juga ingin ikut berkontribusi memeriahkan kemerdekaan bangsa ini. Kalau kemudian juara, itu adalah bonus,” ujar guru mata pelajaran IPS tersebut.

Prinsip itulah yang membuat kabar kemenangan regu putra SMP NU Model Sumberrejo terasa begitu mengejutkan.

Informasi tersebut pertama kali diterima melalui percakapan daring khusus para asatidz dan dewan guru. Salah satu tim SMP NU Model Sumberrejo, yakni regu putra dengan nomor peserta 007, dinyatakan panitia sebagai peraih Juara II.

Kepala SMP NU Model Sumberrejo, Siti Fatimah, mengaku tidak menyangka anak didiknya mampu menembus posisi dua besar.

Persaingan dalam lomba tersebut dinilai sangat ketat. Apalagi, persiapan yang dilakukan tim SMP NU Model Sumberrejo relatif terbatas dibandingkan sejumlah peserta lainnya.

“Kami bahkan tidak percaya ketika mengetahui tim gerak jalan putra kami meraih juara. Persaingannya sangat ketat, sementara persiapan kami juga terbatas,” ujarnya.

Meski demikian, hasil tersebut menjadi bukti bahwa semangat, kekompakan, dan keberanian tampil dapat menghasilkan capaian di luar dugaan.

Bagi keluarga besar SMP NU Model Sumberrejo yang berada di bawah naungan Yayasan Walisongo An Nahdliyah Sumberrejo, Juara II bukan sekadar tentang sebuah trofi.

Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi buah dari proses. Tentang keberanian untuk mencoba, semangat untuk berjuang, dan keyakinan bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh selalu memiliki peluang menghasilkan kejutan. Dan bagi tim 007, kejutan itu akhirnya benar-benar datang.Juara II.

Selain menerjunkan tim putra, SMP NU Model Sumberrejo juga menurunkan dua tim putri yang tahun ini bertengger di 10 besar