Kegiatan

Pererat Ukhuwah, Yayasan Walisongo Annahdliyah Sumberrejo Gelar Ngliwet Parenting

Yayasan Walisongo Perkuat Ukhuwah Walimurid dan Asatidz dalam Ngliwet Kemerdekaan di HUT RI-81

Oleh

Pererat Ukhuwah, Yayasan Walisongo Annahdliyah Sumberrejo Gelar Ngliwet Parenting

SUMBERREJO — Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia akan diramaikan dengan kegiatan unik dan penuh nuansa tradisi di lingkungan Yayasan Walisongo An-Nahdliyah. Bertajuk “Ngliwet Parenting”, kegiatan ini akan mempertemukan para asatidz/asatidzah, karyawan, serta perwakilan parenting dari berbagai jenjang pendidikan dalam sebuah kompetisi memasak nasi liwet secara tradisional.

Mengusung semangat “Kembali ke Akar, Bersyukur atas Kemudahan, Mempererat Silaturrahim”, kegiatan tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026. Sebanyak 20 tim akan ambil bagian dalam kegiatan yang tidak hanya menguji kemampuan memasak, tetapi juga kreativitas, kerja sama, kebersihan, dan ketangguhan setiap tim.

Dari total 20 tim, 13 tim berasal dari unsur parenting yang mewakili berbagai unit pendidikan, mulai dari KB, TK A, TK B, Kelas 1 hingga Kelas 6 MI, Excellent Class, serta Kelas 7 hingga Kelas 9 SMP. Sementara itu, 7 tim lainnya merupakan tim gabungan Dewan Asatidz, dengan masing-masing tim beranggotakan sekitar 7–8 orang.

Yang membuat kegiatan ini semakin menarik, seluruh peserta diwajibkan memasak menggunakan tungku dan api secara tradisional. Peserta tidak diperkenankan menggunakan peralatan modern seperti rice cooker, kompor listrik, magic com, maupun peralatan sejenisnya.

Ditantang Menyajikan Hidangan dalam 90 Menit

Setiap tim akan mendapatkan waktu 90 menit secara mutlak untuk menyelesaikan seluruh rangkaian perlombaan. Mulai dari menata tungku, memasak nasi, mengolah lauk, menata hidangan hingga siap disajikan, seluruh proses harus selesai dalam batas waktu yang telah ditentukan.

Panitia juga telah menyiapkan bahan-bahan utama yang diperlukan peserta, di antaranya beras, ikan asin, tomat, cabai rawit, terasi, bawang merah, bawang putih, garam, gula, penyedap rasa, sasa, terong, nampan, hiasan liwet, minyak goreng, kerupuk, tempe, telur, serta air galon.

Peserta hanya mendapatkan bahan dari panitia dan dilarang membawa bahan tambahan maupun bahan dari rumah. Aturan ini dibuat agar kompetisi berlangsung adil dan kemampuan setiap tim benar-benar diuji berdasarkan kreativitas dalam mengolah bahan yang telah disediakan.

Bukan Hanya Enak, Tetapi Juga Harus Kreatif dan Bersih

Untuk menentukan pemenang, panitia telah menetapkan empat aspek penilaian. Cita rasa menjadi aspek dengan bobot terbesar, yakni 40 persen. Selanjutnya, kreativitas 25 persen, kebersihan 20 persen, dan ketepatan waktu 15 persen.

Dengan komposisi tersebut, peserta tidak cukup hanya menghasilkan masakan yang lezat. Mereka juga dituntut mampu menyajikan hidangan secara kreatif, menjaga kebersihan selama proses memasak, serta menyelesaikan seluruh pekerjaan tepat waktu.

Pelanggaran terhadap ketentuan yang telah ditetapkan dapat berujung pada diskualifikasi.

Hadiah Menarik Menanti Para Juara

Semangat kompetisi semakin lengkap dengan hadiah utama berupa Kitchen Set degan nilai Jutaan Rupiah bagi pemenang. Selain juara pertama, panitia juga menyiapkan penghargaan bagi Juara 2, Juara 3, serta penghargaan spesial lainnya kepada seluruh peserta yang turut berpartisipasi.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi pukul 05.30–05.45, dilanjutkan pengondisian dan distribusi bahan pada pukul 05.45–06.00. Setelah pembukaan, perlombaan akan dimulai setelah aba-aba panitia, dengan durasi memasak selama 90 menit.

Lebih dari sekadar perlombaan memasak, Ngliwet Parenting diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antara keluarga besar yayasan, membangun komunikasi dan kerja sama, sekaligus menghidupkan kembali tradisi makan dan memasak bersama yang sarat dengan nilai kekeluargaan.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Walisongo An-Nahdliyah ingin menghadirkan perayaan kemerdekaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memiliki makna: menyalakan api tradisi, menguatkan solidaritas, mensyukuri generasi, dan mempererat silaturrahim.

“kegiatan ini merupakan bagian dari dari menyalakan semangat kemerdekaan dan menyongsong muktamar ke 35 di Jombang yang kami bungkus dalam Tradisi Bersatu, Api Menyala, Rasa Juara!” kata Achmad Nur Faizin, ketua panitia. ajang ini juga akan menghadirkan 20 tim dari kelompok walimurid seyayasan, mulai dari tingkat KB, TK, MI sampai SMP untuk turut serta dalam adu kreativitas di atas tungku tradisional. (AA)