BOJONEGORO — Sebuah gedung baru bukan sekadar tambahan bangunan. Di Yayasan Wali Songo An Nahdliyah Sumberrejo, rampungnya pembangunan gedung kelas baru menjadi penanda lain: kerja bersama seluruh unsur yayasan sekaligus langkah memperkuat layanan pendidikan di tengah perubahan zaman.
Momentum itu dirayakan pada Sabtu (5/9/2026). Bertempat di ruang paling selatan gedung baru sisi timur kompleks yayasan, kegiatan dihadiri jajaran pembina, pengawas, pengurus, donatur, seluruh kepala satuan pendidikan, asatidz, hingga staf dan karyawan di lingkungan Yayasan Wali Songo An Nahdliyah Sumberrejo, Bojonegoro. Hadir dari seluruh jenjang pendidikan, mulai Kelompok Bermain Walisongo, TK Muslimat Nurul Ummah 28 Sumberrejo, MI NU Walisongo kelas Unggulan dan Excellent, hingga SMP NU Model Sumberrejo. Kepala perpustakaan serta staf dan karyawan yayasan juga turut hadir.
Acara dibuka dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dibawakan Tim Hadrah Asatidz Ikhlas Beramal. Lantunan shalawat mengalun merdu sekaligus rancak, membawa suasana kegiatan ke dalam nuansa religius. Pembacaan Maulid Nabi tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pesan tentang keteladanan, kebersamaan, dan pelayanan kepada umat menjadi benang merah yang mewarnai kegiatan. Setelah pembacaan Maulid
Kegiatan dilanjutkan dengan ungkapan terima kasih kepada para donatur dan aghniya yang turut menopang proses pembangunan gedung baru. Ketua Yayasan Wali Songo An Nahdliyah, Abdullah Afif, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan, baik dalam bentuk materi maupun kontribusi lainnya. Rampungnya pembangunan, menurut Afif, tidak bisa dilepaskan dari kekompakan seluruh komponen yayasan.
Pembangunan gedung tersebut menjadi bagian dari proses bertahap dalam mengembangkan sarana pendidikan di lingkungan Yayasan Wali Songo An Nahdliyah. Karena itu, selesainya satu tahapan pembangunan dipandang sebagai momentum untuk bersyukur sekaligus melanjutkan pekerjaan pada tahap berikutnya. Bagi yayasan, gedung baru tersebut bukan hanya persoalan fisik. Lebih jauh, keberadaannya diharapkan mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik.
Ada satu agenda lain yang tak kalah penting dalam kegiatan tersebut. Yayasan Wali Songo An Nahdliyah sekaligus meluncurkan website resmi yayasan. Peluncuran ini menjadi langkah yayasan memasuki ruang komunikasi digital yang semakin terbuka dan tanpa batas. Website disiapkan sebagai salah satu pusat informasi bagi wali santri atau wali murid, peserta didik, masyarakat, serta seluruh keluarga besar yayasan. Penjelasan mengenai website disampaikan oleh Wakil Sekretaris yang juga merangkap sebagai Humas Yayasan Wali Songo An Nahdliyah Sumberrejo. Presentasi dilakukan secara bertahap melalui tayangan slide, mulai dari fungsi hingga layanan informasi yang tersedia.
Website tersebut diharapkan menjadi sarana penyampaian informasi yayasan yang lebih cepat dan terbarui. Tidak berhenti pada publikasi kegiatan, portal digital itu juga diarahkan sebagai ruang komunikasi yang dapat mempererat hubungan antara yayasan, wali murid, warga Nahdliyin, dan masyarakat luas. Di tengah derasnya arus informasi digital, yayasan juga menempatkan website sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, berimbang, serta selaras dengan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah. Dengan demikian, pengembangan dunia digital tidak semata-mata dipahami sebagai mengikuti perkembangan teknologi. Lebih dari itu, ruang digital dipandang sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat sekaligus medium dakwah dan penguatan nilai-nilai Aswaja.
Peluncuran website juga membawa pesan tentang perubahan pola pelayanan lembaga pendidikan. Kepercayaan orang tua yang menitipkan putra-putrinya di unit-unit pendidikan Yayasan Wali Songo An Nahdliyah menjadi amanah yang harus dijawab dengan pelayanan yang semakin baik. Karena itu, keberadaan website diharapkan memudahkan wali murid memperoleh informasi mengenai berbagai aktivitas dan perkembangan yayasan tanpa harus selalu datang langsung ke lingkungan sekolah. Langkah tersebut melengkapi pembangunan sarana fisik yang baru saja dirampungkan. Jika gedung baru menjadi ruang tumbuh bagi proses pendidikan secara fisik, maka website menjadi ruang informasi dan komunikasi di dunia digital.
Bagi Yayasan Wali Songo An Nahdliyah Sumberrejo, pembangunan gedung dan peluncuran website pada hari yang sama menjadi simbol bahwa pengembangan lembaga tidak cukup hanya dengan memperbesar bangunan. Yang juga harus diperluas adalah kualitas pelayanan, komunikasi, dan kemampuan lembaga hadir di tengah masyarakat yang terus berubah. (AA)
