BOJONEGORO — Yayasan Walisongo Annahdliyah Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, meresmikan gedung kelas baru yang dibangun di sisi timur lahan yayasan, Sabtu (5/9/2026). Peresmian tersebut dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta peluncuran website resmi yayasan.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.35 WIB itu dihadiri seluruh unsur pengurus Yayasan Walisongo Annahdliyah, mulai dari pembina, pengawas hingga pengurus yayasan. Hadir pula para asatidz dari seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari tradisi keagamaan sekaligus penguatan nilai-nilai pendidikan Islam di lingkungan yayasan.
Keterlibatan tenaga pendidik berlangsung cukup luas. Para asatidz dari Kelompok Bermain (KB) Walisongo, TK Muslimat Nurul Ummah 28, Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Walisongo, hingga Sekolah Menengah Pertama Nahdlatul Ulama (SMP NU) Model Sumberrejo serta staff dan pegawai Yayasan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Peresmian gedung baru ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng. Ketua yayasan melakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya pemanfaatan gedung baru tersebut. Potongan tumpeng kemudian diberikan kepada Pembina Yayasan Walisongo Annahdliyah, KH Imron Ridlwan, serta H. Suparno.
Pembangunan gedung tersebut menjadi salah satu bagian dari pengembangan sarana pendidikan Yayasan Walisongo Annahdliyah. Terwujudnya pembangunan tidak lepas dari dukungan seorang donatur yang selama ini dikenal loyal memberikan jariyah bagi kepentingan yayasan.
Selain peresmian gedung baru, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran website resmi Yayasan Walisongo Annahdliyah. Website tersebut diluncurkan oleh Wakil Sekretaris Yayasan yang sekaligus menjalankan fungsi hubungan masyarakat (humas), Ahsanul Amilin.
Menurut Ahsanul, kehadiran website yayasan merupakan bagian dari upaya lembaga beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi.
“Launching website yayasan ini merupakan ikhtiar nyata yayasan dalam menyambut era media sosial. Kebutuhan informasi yang benar-benar valid dan berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya warga Nahdliyyin, agar tidak mudah termakan hoaks dan berita palsu,” ujar Ahsanul.
Ia menjelaskan, website tersebut diharapkan menjadi salah satu kanal informasi resmi yayasan yang dapat digunakan untuk menyampaikan berbagai kegiatan, program, perkembangan lembaga pendidikan, serta informasi lain kepada masyarakat.
Bagi Yayasan Walisongo Annahdliyah, peresmian gedung baru dan peluncuran website memiliki makna yang saling melengkapi. Pembangunan gedung menjadi bagian dari penguatan sarana fisik pendidikan, sementara kehadiran website diarahkan untuk memperkuat komunikasi dan penyebaran informasi yayasan di ruang digital.
Ahsanul sendiri telah mengabdikan diri di lingkungan Yayasan Walisongo Annahdliyah sejak 2011. Pengabdiannya menjadi bagian dari perjalanan panjang yayasan dalam mengembangkan pendidikan dan kegiatan sosial-keagamaan di Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro.
Dengan bertambahnya fasilitas gedung dan hadirnya kanal informasi digital resmi, Yayasan Walisongo Annahdliyah berupaya melanjutkan pengembangan lembaga pendidikan sekaligus memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat, khususnya warga Nahdliyyin.(AA)
