Kegiatan

Bukan Sekadar Jajan! Siswa Kelas 9 SMP NU MODEL Berburu Zat Aditif di Lingkungan Sekolah

kegiatan outdoor class IPA yang diikuti siswa kelas 9 SMP NU MODEL

Oleh

Bukan Sekadar Jajan! Siswa Kelas 9 SMP NU MODEL Berburu Zat Aditif di Lingkungan Sekolah

BOJONEGORO - Apa yang sebenarnya ada di balik makanan kemasan yang kita konsumsi setiap hari? Pertanyaan tersebut menjadi awal kegiatan outdoor class IPA yang diikuti siswa kelas 9 SMP NU MODEL pada Selasa (15/9/2026).

Selama 70 menit, mulai pukul 08.00 hingga 09.10 WIB, lingkungan sekolah berubah menjadi ruang belajar. Para siswa diajak keluar kelas untuk mempraktikkan langsung materi zat aditif pada makanan, khususnya dengan mengidentifikasi berbagai zat aditif yang tercantum dalam komposisi makanan kemasan. Tidak sekadar berjalan-jalan di lingkungan sekolah, siswa mendapat tugas untuk “berburu” informasi. Mereka mencari berbagai kemasan makanan yang tersedia di sekitar sekolah atau singgah ke kantin untuk memilih produk yang dapat diamati.

Dengan teliti, siswa membaca daftar komposisi pada kemasan, kemudian mengidentifikasi zat aditif yang terkandung di dalamnya. Dari kegiatan sederhana tersebut, mereka menemukan berbagai jenis zat aditif, seperti pewarna, pengawet, pemanis, maupun bahan tambahan lainnya yang digunakan dalam produk makanan dan minuman. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pengisian LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik). Siswa mencatat hasil pengamatan dan menganalisis komposisi produk yang mereka temukan. Dengan begitu, mereka tidak hanya belajar mengenali istilah-istilah dalam komposisi makanan, tetapi juga berlatih mengamati dan menganalisis informasi secara langsung.

Pembelajaran ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami zat aditif sebagai konsep dalam buku pelajaran, tetapi juga mampu menemukannya dalam kehidupan nyata. Melalui pengamatan langsung, siswa belajar menjadi konsumen yang lebih teliti dengan memperhatikan informasi yang tercantum pada label makanan. Melalui outdoor class ini, pembelajaran IPA di SMP NU MODEL menjadi lebih kontekstual, aktif, dan dekat dengan keseharian siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman untuk mengamati, menemukan, dan menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Karena belajar sains tidak selalu harus di dalam kelas. Kadang, jawabannya justru ada di balik kemasan makanan yang kita pegang setiap hari.

Bukan hanya seru, kegiatan hari ini juga meninggalkan kesan bagi siswa. “Hari ini menurut saya sangat menyenangkan. Saya jadi mengetahui hal baru tentang zat aditif dan mengetahui beberapa komposisi jajanan. Hari ini pelajaran IPA diajak belajar di luar kelas dan mengisi LKPD.” Kata Keyla yang beralamat di Sendangagung. Siswa lainnya juga mengamini “Kegiatan IPA tadi sangat menyenangkan dan seru. Kita belajar menganalisis komposisi snack, minuman, atau makanan untuk mengetahui pewarna, pengawet, dan pengembang makanan-makanan tersebut.” kata Faathir.

“Hari ini kami kelas IX pelajaran IPA. Kami mendapatkan tugas untuk menganalisis snack untuk mengetahui komposisinya. Perasaanku senang dan gembira.” ujara Fahmi, yang pernah pernah menjadi bagian dari kontingen jelajah santri jawa timur. “Hari ini saya sangat senang mengikuti pelajaran IPA karena biasanya pelajarannya banyak, kadang eksperimen di laboratorium, ataupun di luar kelas maupun di luar lingkungan.” kata Zaki yang juga pernah mengenyam pendidikan di MI NU Walisongo. “Perasaan saya tentang pelajaran IPA sangat menyenangkan dan seru. Manfaatnya juga sangat bagus karena kami mengidentifikasi sampah jajanan untuk tahu pengawet, pemanis, dan pewarna.” seloroh Maura, Dari berbagai cerita tersebut, satu hal menjadi jelas: belajar di luar kelas ternyata bisa membuat materi IPA terasa lebih dekat, nyata, dan menyenangkan. (AA)