SUMBERREJO — Ada yang menarik dari gelaran lomba gerak jalan tingkat Kecamatan Sumberrejo dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Nama MI NU Wali Songo kembali muncul dalam daftar juara. Bukan untuk kali pertama, melainkan kesekian kalinya.
Tahun ini, MI NU Wali Songo menerjunkan enam peleton terbaiknya. Sebanyak 66 siswa kelas IV, V, dan VI mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah jam terbang dalam kompetisi gerak jalan yang digelar rutin setiap tahun tersebut.
Prestasi itu tentu bukan datang tiba-tiba. Selama tiga pekan, enam peleton menjalani latihan empat kali dalam sepekan. Latihan berlangsung di bawah pendampingan guru kelas dan pembina masing-masing. Setiap kelompok juga memiliki komandan peleton atau ndanton yang bertugas menjaga kekompakan barisan.
Grup 1 putri dikomandani Kia. Grup 1 putra dipimpin Fael. Grup 2 putri berada di bawah komando Diandra, sedangkan grup 2 putra dipimpin El Ghozali. Grup 3 putri dikomandani Nindi dan grup 3 putra dipimpin Baim.
Di sepanjang rute, keenam peleton tak sekadar berjalan dalam barisan. Yel-yel terus menggema. Gerakan kombinasi dan variasi ditampilkan secara rancak. Aksi tersebut bahkan beberapa kali mengundang perhatian penonton yang berdiri di sepanjang jalan.
Rute lomba gerak jalan tingkat MI/SD tahun ini cukup menguras tenaga. Peserta diberangkatkan dari Desa Pejambon dan harus menuntaskan perjalanan hingga garis finis di Desa Margoagung, Kecamatan Sumberrejo. Jarak tempuh yang mencapai lebih dari lima kilometer membuat wajah para peserta mulai menunjukkan kelelahan.
Namun, lelah rupanya tak mampu mengalahkan semangat.
Wajah lusuh karena terik matahari justru berubah menjadi cerah ketika kabar juara datang. Salah satunya dirasakan Azkiya atau Kia. Seusai menempuh perjalanan panjang, ia mengaku sudah sangat lelah. Tetapi kabar dari guru pendamping yang diperoleh melalui grup percakapan WhatsApp membuat rasa letih itu seketika hilang.
Kelompoknya dinyatakan meraih nilai terbaik kedua.
“Alhamdulillah, kita juara lagi. Terima kasih Bapak Ibu guru yang mendampingi proses latihan kami. Tidak sia-sia selama ini berjemur di bawah terik matahari dan beberapa kali harus berebut lapangan dengan kegiatan teman serta kakak kelas,” ujar Azkiya dengan penuh syukur.
Prestasi tersebut sekaligus menambah catatan capaian Azkiya. Sebelumnya, dalam ajang berbeda, siswa tersebut juga berhasil meraih juara III lomba atletik saat mewakili sekolah.
Bagi MI NU Wali Songo, kemenangan kali ini bukan sekadar soal piala. Lebih dari itu, gerak jalan menjadi ruang bagi siswa untuk belajar tentang disiplin, kekompakan, ketekunan, dan keberanian tampil di hadapan publik.
Sebab, sebelum nama sekolah kembali disebut sebagai juara, ada tiga pekan latihan, terik matahari, rebutan lapangan, dan barisan anak-anak yang berkali-kali belajar untuk tetap kompak hingga garis finis.
(AA)
